Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenali Tanaman Herbal Berkhasiat Ini di Sekitar Spot Anda Memancing


Tanaman Herbal untuk Obat Panas Dalam.jpg


Nama tanaman herbal ini cukup unik. Disebut tebu tapi bukan tebu yang rasanya manis seperti yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gula pasir, dan walaupun bukan jenis tebu yang umumnya kita kenal namun secara non binomial atau non binomial nomenklatur tanaman atau tumbuhan ini lebih sering disebut dengan istilah ‘tebu – tebu hutan’ di daerah Sulawesi Tengah Kabupaten Morowali Utara khususnya oleh masyarakat atau warga Desa Mohoni. 

Disebut ‘tebu – tebu’ karena bentuk fisik batangnya yang selintas mirip atau menyerupai pohon tebu, sedangkan kata ‘hutan’ bukan serta merta karena tumbuhnya di hutan saja melainkan juga dapat tumbuh dengan sendirinya pada dataran tinggi area perkebunan hingga dataran rendah yang lembab di sekitar rawa – rawa atau sungai. 

Sebagai catatan, nama tanaman herbal atau tanaman obat ini bisa saja berbeda tergantung daerah atau wilayah tempatnya tumbuh. 

Saat mencari umpan mancing atau memancing di rawa – rawa atau sungai, mungkin saja ada di antara Anda yang secara kebetulan melihat atau menemukan bahwa ada tanaman herbal yang demikian. Namun karena tidak tahu ‘apa’ namanya, jadinya kurang begitu atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali. Lalu, apa saja khasiat atau manfaat pohon ‘tebu – tebu hutan’ ini? 

Sebelum mengulas lebih jauh tentang apa manfaat atau khasiat dari pohon ‘tebu – tebu hutan’, alangkah baiknya Anda mengenali terlebih dahulu ciri – ciri fisik batang, daun, dan juga bunga tumbuhan atau tanaman herbal ini agar nantinya tidak sampai keliru atau salah mengira jika suatu saat ingin mencarinya. 

  • Ciri – Ciri Fisik Pohon ‘Tebu – Tebu Hutan’ 
Tanaman herbal yang biasa tumbuh liar di area perkebunan, di sekitar area yang lembab atau bahkan tumbuh di bagian belakang pekarangan rumah yang kebetulan berdekatan dengan rawa - rawa atau sungai kecil yang mungkin tempat Anda biasa memancing ikan atau ‘nujur’ memiliki serat dan ruas batang yang selintas mirip dengan pohon tebu pada umumnya. 

Ruas batang ‘tebu – tebu hutan’ umumnya dilapisi kulit pembungkus tipis berwarna coklat muda disertai motif garis vertikal. Kulit pembungkus ini sangat mudah dilepas cukup dengan menggunakan jari tangan saja dan ketika kulit pembungkus terlepas, akan terlihat batang berwarna hijau tua pada bagian pangkal batang atau hijau muda pada bagian pucuknya. 

Ukuran diameter batang ‘tebu – tebu hutan’ kurang lebih sama dengan diameter batang pohon lengkuas, namun pada area tanah yang lebih subur ukuran diameter batangnya bisa lebih besar. Batang ‘tebu – tebu hutan’ ini jika dibelah, akan terdapat serat - serat pada tiap - tiap belahan ruasnya dengan kandungan air yang cukup banyak, dan ketika diekstrak airnya berwarna hijau. 

Bentuk fisik daun ‘tebu – tebu hutan’ sangat jauh berbeda dengan tebu pada umumnya karena cenderung lebih mirip dengan daun tanaman lengkuas, hanya saja tidak selebar daun lengkuas dan relatif lebih tipis. Saat berbunga, warna dan bentuk bunganya juga tidak seperti tebu, namun cenderung atau lebih mirip dengan bunga lengkuas merah. 

Jadi, ruas dan kandungan serat dalam batang ‘tebu – tebu hutan’ mirip seperti tebu, sedangkan ukuran diameter batang, lebar serta bentuk daun dan warna bunga lebih mirip pohon lengkuas. Hal yang membingungkan adalah apakah tanaman obat ini termasuk ke dalam keluarga tebu (Poaceae) ataukah lengkuas (Zingiberaceae)?


Tanaman herbal untuk mengobati gejala panas dalam.jpg


  • Apa Manfaat ‘Tebu – Tebu Hutan’? 
Terlepas dari nama famili atau keluarganya, tanaman herbal yang lebih dikenal dengan nama atau sebutan ‘tebu – tebu hutan’ ini, kandungan air yang ada di dalam serat batangnya dapat membantu meredakan gejala panas dalam yang biasa dialami oleh anak – anak, orang dewasa, atau bahkan orang tua.

Belum ada penelitian atau pengkajian lebih mendalam tentang apa khasiat atau manfaat tumbuhan ini. Masih sebatas pengalaman pribadi dan keluarga yang kerap meminum air dari pohon ‘tebu – tebu hutan’ jika mengalami gejala panas dalam. 

Sumber pengetahuan ini saya dapatkan dari pengalaman dan pengetahuan tradisional orang tua dan istri terkait tanaman obat atau tanaman herbal. Saya pribadi tidak berani menyarankan Anda untuk meminum air tebu – tebu hutan untuk mengobati gejala panas dalam yang Anda alami, hanya berbagi pengalaman yang kiranya bermanfaat. 

  • Bagaimana Rasa Air dari ‘Tebu – Tebu Hutan’? 
Air yang dihasilkan dari mengekstrak serat ‘tebu – tebu hutan’ tidak terasa pahit ataupun manis, rasanya tawar dengan aroma yang sedikit aneh yang jika terus dicium aromanya, Anda pasti tidak akan mau meminumnya. Jadi, cara untuk mengatasi aroma tersebut, saya cukup menahan napas saat meminumnya. 

Semakin muda dan semakin besar diameter batang pohon ‘tebu – tebu hutan’ yang akan diekstrak maka air yang dihasilkan saat proses mengekstraknya pun relatif akan semakin banyak. Hanya saja, batang yang masih muda rentan sekali patah. 

Apakah ada efek samping yang dirasakan setelah meminum air dari ‘tebu – tebu hutan’ ini? 

Sejauh ini tidak atau belum ada kecuali jika saat meminum air dari ‘tebu – tebu hutan’ yang awalnya untuk meredakan gejala panas dalam namun Anda sedang influenza yang disertai batuk berdahak maka ada kemungkinan Anda akan merasa sedikit pusing. 

Segera periksakan diri Anda ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika gejala panas dalam tidak kunjung membaik atau jika merasakan efek samping lain yang tidak diinginkan. 

  • Bagaimana Cara Mengekstrak ‘Tebu – Tebu Hutan’? 
Secara tradisional, cara mengekstrak ‘tebu – tebu hutan’ ini cukup mudah. Berikut ini adalah langkah – langkahnya: 

  1. sediakan sebuah gelas, sendok makan, dan saringan teh yang bersih dan higienis; 
  2. ambil batang ‘tebu – tebu hutan’ yang akan diekstrak (semakin muda lebih baik); 
  3. bersihkan lalu belah batangnya menjadi dua bagian; 
  4. keruk serat batang yang sudah dibelah tadi menggunakan sendok makan; 
  5. letakkan saringan teh tepat pada mulut gelas; 
  6. ambil dan letakkan serat yang sudah dikeruk pada saringan; 
  7. ekstrak atau peras serat tersebut menggunakan tangan; 
  8. ulangi langkah mengeruk dan mengekstrak serat sampai air di dalam gelas sesuai kebutuhan; 
  9. selanjutnya, air dari serat ‘tebu – tebu hutan’ siap untuk diminum. 

Bagaimana, cukup mudahkan? Sebagai catatan, pastikan tangan dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih saat melakukan proses pengekstrakan untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan. 

  • Bagaimana Cara Menanam ‘Tebu – Tebu Hutan’? 
Mengingat khasiat alami dan keberadaannya, tanaman herbal ini sepertinya layak untuk tetap dilestarikan. Kenapa? Sebab masih banyak yang belum mengetahui manfaatnya sehingga hanya dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman khususnya pada lahan atau area perkebunan. Cara menanamnya bagaimana? 

Saya rasa, ‘tebu – tebu hutan’ ini bisa diperbanyak jumlahnya dengan cara yang sama seperti menanam lengkuas sebab tunas ‘tebu – tebu hutan’ juga dapat tumbuh melalui umbi mirip halnya tanaman lengkuas. Hanya saja, tanaman herbal yang satu ini akan lebih cocok ditanam pada area yang lembab. Pada dataran tinggi tanaman ini juga sebenarnya dapat tumbuh, namun hal ini akan berpengaruh pada ukuran diameter batang dan jumlah atau persediaan kandungan air di dalam serat batangnya.
 
  • Kesimpulan 
Pada dasarnya, angler yang suka menjelajah ke berbagai spot mancing adalah salah satu dari sekian banyak orang yang paling berpotensi menemukan jenis – jenis tanaman herbal atau tanaman obat yang mungkin saja berkhasiat yang mana khasiat tanaman tersebut mungkin saja suatu ketika akan bermanfaat. 

Dilihat dari struktur fisik batang, daun, bunga, dan umbi yang dimiliki oleh ‘tebu – tebu hutan’, tanaman herbal atau tanaman obat ini sepertinya memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan famili tanaman Zingiberaceae. 

Jadi, saat menjelajahi spot – spot tertentu untuk memancing atau mencari umpan untuk mancing ikan di atau ke manapun, bijak sekali rasanya jika selain menyusuri spot Anda juga aware atau memerhatikan tumbuh – tumbuhan yang tumbuh di sepanjang area atau spot mancing yang sedang dijelajahi agar nantinya atau jika suatu saat dibutuhkan, Anda tahu di mana harus mencarinya. Terimakasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat.

I Gede Suta Kastawan
I Gede Suta Kastawan Blogger dan Angler Morowali. Pengelola blog mancingasik.com

Posting Komentar untuk "Kenali Tanaman Herbal Berkhasiat Ini di Sekitar Spot Anda Memancing"