Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paling Amis: 13 Pemikat Alami untuk Mancing Ikan Predator Malam Hari di Laut


Umpan untuk memancing ikan laut saat malam hari.jpeg


Ahaa, yang suka mancing malam – malam akhirnya ketahuan juga. Baik sobat, kalau kalian juga suka mancing di laut saat malam hari, yuk intip apa - apa saja sih yang biasanya amis atau paling berhasil menggoda ikan. Ok, mari langsung saja kita bahas:

1. Udang putih


Udang putih umpan mancing ikan laut malam hari.jpg


Dari warna dagingnya, udang yang biasanya dijual di pasar Morowali ada dua. Penjual tradisional menamainya dengan sebutan udang putih dan udang hitam atau laci – laci. 

Kalau ditanya soal mana yang bagus untuk mancing, maka sobat pasti dapat jawaban udang putih. Dibilang udang putih ya karena warna dagingnya yang putih.

Sedangkan yang dibilang udang hitam warna dagingnya tidak juga hitam - hitam sekali. Cuma bercak kehitam – hitaman saja dan berukuran relatif kecil – kecil, biasa disebut udang laci – laci. Cara pakai udang putih untuk mancing dasaran di pinggir laut:

  • pastikan udangnya masih segar atau tidak dalam keadaan membusuk;
  • kalau mancingnya pakai joran tegek di pinggiran, cangkang udang dikupas;
  • bagi jadi beberapa bagian disesuaikan dengan ukuran hooknya;
  • untuk target ikan – ikan besar, pakai udang berukuran besar utuh – utuh;
  • udang hidup atau life bait lebih baik. 

“Kenapa udang putih sih gan?” Entah kenapa atau bagaimana bisa saya kurang tahu, tapi kemungkinan karena pengaruh warna yang lebih mencolok, ukuran yang lebih besar, rasanya atau bau yang lebih amis. 

Ikan yang biasa didapat kalau mancingnya pakai udang putih beragam. Bisa ikan kakap, baronang, titang, belut laut, sogili laut, ikan kerapu, ikan putih dan ikan pari.

Ada kalanya juga bisa dapat kepiting, lobster atau bahkan bintang laut atau starfish. Atau kalau sobat kurang mujur bisa dimakan ikan buntal. Jadi intinya kalau mau mancing malam di laut, udang putih jagonya godain ikan – ikan predator.

2. Cumi – cumi

Sampai sekarang cumi – cumi masih bisa jadi pilihan untuk sobat kalau mau mancing malam di laut. Tapi ya cocok – cocokan sama lokasi mancingnya sih. Saya pernah coba pakai udang di laut yang ikannya doyan cumi – cumi. 

Alhasil, sudah jaraknya jauh, boncos pula. Padahal sebelumnya sudah dikasih tahu sama teman yang pengalaman mancing di ‘sana’ pakai cumi - cumi banyak strikenya.

Jadi sobat, kalau mau mancing malam di pinggiran laut, usahakan cari info dulu apa yang bagusnya dipakai sesuai dengan spot mancingnya. Tipsnya:

  • bawa lebih dari satu jenis pengumpan ikan untuk uji coba; 
  • bawa lebih dari satu tackle set untuk mencoba masing – masing pengumpan;
  • usahakan kuantitas pengumpan uji coba lebih sedikit dibanding yang utama;
  • utama maksudnya yang dominan hasil nyari tahu dari pengalaman teman. 

 3. Anak ikan lajang

Anak ikan lajang umpan mancing ikan laut malam hari.jpg

“Ikan lajang.., tapi ko bisa punya anak ya?” Coba tanya, paling dijawab “oh..tidak bisa..” Kalau sobat kebetulan ada di Morowali anak ikan lajang biasa disebut sarede.

Kakap merah juga mudah dipancing pakai sarede yang sudah di bagi jadi beberapa potongan sesuai size hook yang dipakai. Jadi cobalah sesekali pakai si sarede kalau mancing dasaran di laut saat malam hari. Selain malam hari, sore hari juga bagus pakai sarede.

4. Ikan bojor


Ikan bojor umpan mancing ikan laut malam hari.jpg


Ikan bojor atau lemujung bukan cuma enak kalau dibikin kuah asem saja, tapi juga bagus kalau dipakai mancing. Target mancingnya kalau pakai ikan bojor biasanya ikan pari. 

Kalau di daerah saya Morowali, ikan bojor biasa dibilang ikan loli. Cara pakainya sederhana, ikan bojor bisa dipotong jadi dua bagian atau bisa juga dipakai utuh dalam keadaan hidup atau mati.

5. Ikan tongkol 

Ini ikan loh ya, mentang – mentang ada tongkolnya bukan berarti atau seperti jagung bisa bertongkol dua ya sobat. Anak ikan tongkol biasa dipakai untuk mancing ikan kerapu berukuran jumbo dan tidak menutup kemungkinan ikan jumbo jenis lainnya juga suka. Baik dipakai utuh – utuh sebagai pengumpan ikan. Ukuran kail atau hook yang dipakai usahakan lumayan besar.

6. Ikan kembung 

“Ikan bisa kembung?” Iya, nanti ditelonin biar kempes sob. Sama dengan ikan – ikan dalam daftar ini juga sama – sama disukai ikan – ikan predator malam hari. Bisa di potong – potong jadi beberapa bagian atau bisa juga dipakai utuh – utuh atau dalam keadaan hidup – hidup kalau mau ngoncer.

7. Belut sawah

Belut sawah juga efektif kalau dipakai mancing saat malam atau sore hari. Belut sering bikin lubang di dekat pematang sawah atau kalau di bagian petakan yang selalu lembab dibajak biasa ada belutnya. Belutkan lumayan panjang lah ya, jadi di potong – potong kalau mau dijadikan pengumpan ikan.

8. Lure basah 

Lure yang dimaksud bukan lure atau plug atau pemikat buatan, tapi ikan lure basah alami yang biasa dibaca menggunakan vokal ‘e’ pepet).

Lure basah umpan mancing ikan laut malam hari.jpg


Kenapa lure basah? Saya pernah mancing dan dapat ikan. Karena hooknya tertelan hampir masuk kebagian perut, ikan terpaksa saya bedah. Eh, ada lure di dalam perutnya. Kemudian, waktu saya beli ikan di pasar dan ketika bagian dalamnya dibersihkan, saya juga temukan lure basah pada isi dalaman setiap ikan.

Jadi saya simpulkan lure basah termasuk makanan alami ikan di laut, baik digunakan mancing dasaran saat pagi, sore maupun malam hari. Tips memakai lure basah saat mancing malam hari:

  • pakai lure yang masih baik keadaannya atau masih fresh;
  • pakai utuh - utuh; 
  • untuk target ikan besar, pakai ukuran lure basah yang lebih besar juga.

9. Boto – boto

Kalau lagi musimnya, nelayan biasa panen boto – boto di rompong atau bagang. Jadi lebih mudah di dapat di pasar – pasar tradisional. Selain bisa jadi pilihan untuk mancing malam, boto – boto hidup juga kerap dipakai mancing ikan cakalang atau tongkol berukuran besar di tengah laut.

10. Undur – undur laut 

Dari tampilannya, undur – undur laut dipakai untuk mancing ikan tipe punya rahang yang kuat sebab tubuhnya dilapisi cangkang keras untuk bertahan dari serangan predator. 

Selain punya rahang kuat, ikan yang suka makan undur – undur laut pastinya ikan dengan ukuran yang tidak biasa atau boleh dibilang monster. Salah satu ikan dengan tipe rahang yang kuat adalah ikan batu atau ikan kerapu.

Jadi, semakin kuat pertahanan mangsa maka predatornya juga pastinya punya tekad kuat dan berukuran besar.

11. Ikan belanak

Ikan belanak tipe ikan yang suka wara – wiri kesana kemari bergerombolan saat air laut mulai pasang. Wajar sebab saat air pasang, ikan – ikan besar juga jadi punya kesempatan cari makan. Ikan makan ikan gitu sob. Belanak salah satu menunya.

12. Mujair empang

Pada dasarnya sama dengan mujair biasanya, cuma habitatnya yang berbeda yaitu di empang atau tambak dengan air payau. Mujair empang sangat bagus untuk live bait fishing atau atau ngoncer. Habitatnya yang biasa dalam air payau membuatnya agak tahan ketika dipakai mancing hidup – hidup di laut.

Ukuran mujair empang yang efisien dipakai antara 2 – 3 jari tangan. Selain di laut, mujair empang juga cocok dipakai ngoncer di muara sungai pada malam hari.

13. Bloso – bloso laut


Bloso atau ikan boso - boso umpan mancing ikan laut malam hari.jpg


Sobat mungkin juga pernah dapat boso – boso laut atau bedul pasih. Secara fisik bentuknya mirip bloso – bloso sungai. Bloso – bloso laut juga sangat efektif untuk ngoncer atau live bait fishing. Selain di laut, ikan yang satu ini juga bisa di dapat di muara atau di tambak – tambak atau empang.

Berikut ini adalah tips atau cara mancing ikan di pinggir laut pada malam hari:

Trik mancing ini biasa atau sering diterapkan oleh teman – teman angler di Morowali saat mancing ikan laut malam hari khususnya di laut atau muara, tapi mungkin saja di daerah lainnya sobat angler juga sudah memakai cara ini sejak lama. Untuk sobat yang masih belum tahu, berikut bocorannya:

  • gunakan joran tipe ultralight atau light; 
  • gunakan rangkaian kail tanpa ladung atau timah;
  • gunakan kili – kili atau swivel (cengkirian) sebagai penghubung antara rangkaian kail dan senar utama/PE;
  • tujuannya untuk menghindari plintiran pada senar saat strike; 
  • lebih mudah menyambung leader dan PE melalui perantara swivel.

Intinya, teknik ini hanya memakai masa atau berat pengumpan ikan untuk jarak lemparan. Jadi jelas kelemahannya yaitu jarak lemparan tergantung berat pengumpan ikan, pengumpan ikan lebih lama mencapai dasar air, posisi senar kendor sebab tidak memakai timah atau ladung.

Terakhir, jangan teledor meletakkan joran pancing sambil menunggu sambaran sebab ikan bisa saja seketika menghentak dan membawa lari piranti atau tackle set sobat. Selamat mencoba.

I Gede Suta Kastawan
I Gede Suta Kastawan Blogger dan Angler Morowali. Pengelola blog mancingasik.com

Posting Komentar untuk "Paling Amis: 13 Pemikat Alami untuk Mancing Ikan Predator Malam Hari di Laut"